
![]() ![]() Who Am I?
Anak muda generasi 90-an yang suka musik 80-an,70-an,& 60-an
Name: Rachmat Aini Yudidharma
Suara Hati Untuk Kebangkitan Bogor Timur JANGAN TERLALU DALAM "NDESO" MELURUSKAN FITNA - BAGIAN 2 MELURUSKAN FITNA - BAGIAN 1 ANAK MULAI MEMBANTAH BERBAHAGIALAH SOBAT (Lelucon) Berikut profil partai yang tak lolos Pem... Tuhan dan 3 Presiden Kehidupan Itu Matematis RAHASIA PRIA January 2007 February 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 March 2008 April 2008 May 2008 June 2008 September 2008 October 2008 November 2008 December 2008 February 2009 March 2009 June 2009 August 2010 September 2011
![]() Copy kode di bawah ini:
![]() ![]()
![]() |
Friday, June 26, 2009
Arrg From:11:08 AM Ada sebuah built – in processor yang luar biasa mahadaya yang dimiliki setiap orang. Processor ini mampu mengolah berbagai informasi dalam ditungan milisecond atau sepersekian detik. Processor ini mampu mengolah tampilan data, mengenali voice command, dan memberikan output dalam bentuk verbal, 2D, atau 3D sesuai dengan command yang diberikan. Bukan hanya serbaguna, processor ini juga self learning, dan selama power supply nya tidak terputus, ia bisa terus diinstalkan program baru dengan kapasitas tidak terbatas. Rata – rata daya guna optimum processor ini juga cukup lama, mencapai 60 - 90 tahun, bahkan jika dirawat dengan baik, bisa juga bertahan lebih lama. Tidak percaya? Perkenalkan processor terhebat yang didesain khusus oleh sang pencipta yang disebut: OTAK. Otak yang merupakan pemberian cuma – cuma dari sang pencipta ini sebenarnya memiliki potensi luar biasa yang bila kita manfaatkan dengan maksimal, akan memberikan output karya – karya besar yang luar biasa. Lihat saja Piramida Mesir karya para Firaun, Lukisan Monalisa – nya Leonardo da Vinci, Novel Harry Potter karya J.K. Rowling, Kerajaan Real Estate Donald Trump, sampai iPod dan iPhone buah pikiran CEO Apple, Steve Jobs. Jika diteliti lebih dalam, apa perbedaan antara otak anda dengan otak para tokoh diatas? Jawabannya: tidak ada. Sel – sel otak yang bergerak di kepala kita ini tidak berbeda sama sekali dengan mereka yang menciptakan sejarah dunia. Hasil pemikiran dan imajinasi mereka tidak hanya mengukirkan nama besar mereka bagi dunia, tapi juga mendatangkan kekayaan dan kelimpahan yang tidak sedikit. Kita pada dasarnya memiliki potensi yang sama besarnya dengan mereka yang sering disebut ’para genius’ atau ’konglomerat kelas dunia’ tersebut. Hanya saja terkadang kita lalai untuk terus menggali dan mempertajam potensi kita. Kita menjadi lelah dan malas untuk ’mengistall’ program – program baru yang akan meng up – grade processor kita lewat belajar. Kita malas mempelajari fungsi – fungsi baru yang muncul karena terbiasa dengan software versi lama, hingga cara berpikir kita tertinggal dari mereka. Padahal, alangkah dahsyatnya karya yang bisa anda hasilkan seandainya anda mau terus mengembangkan kemampuan otak anda, karena orang lain telah membuktikan kemampuan otak ini berulang – ulang kali dengan kesuksesan mereka. Apakah anda tidak mampu meng up – grade processor otak anda, atau anda tidak mau? Cobalah untuk terus mengasah otak, dan rasakan manfaatnya langsung dalam hidup anda. Segera lakukan, mau? Salam Otak. Dari: Catatan Tanadi Santoso Post a Comment |
|