NGATURAKEN SUGENG RAWUH

Ho..ho..berkomentarlah sebelum komentar itu berdosa!!





Visit Yogyakarta / Jogja

Who Am I?

Anak muda generasi 90-an yang suka musik 80-an,70-an,& 60-an Name: Rachmat Aini Yudidharma
Age:29
Origin: Klaten
Location: Indonesia
Gender: Male

Rahasia Blogger

Suara Hati Untuk Kebangkitan Bogor Timur
Recent Entries

IKRAR HALAL BI HALAL SULTAN DAN SEORANG SUFI PUBLISH BLOG PROCESSOR JANGAN TERLALU DALAM "NDESO" MELURUSKAN FITNA - BAGIAN 2 MELURUSKAN FITNA - BAGIAN 1 ANAK MULAI MEMBANTAH BERBAHAGIALAH SOBAT

Old Logs

January 2007 February 2007 April 2007 May 2007 June 2007 July 2007 August 2007 September 2007 October 2007 November 2007 December 2007 January 2008 February 2008 March 2008 April 2008 May 2008 June 2008 September 2008 October 2008 November 2008 December 2008 February 2009 March 2009 June 2009 August 2010 September 2011

VISITOR


Tammy Camp
Tammy Camp


MY BANNER



Copy kode di bawah ini:
TANGGALAN


Free Blog Content

JAM KLATEN

CUACA

MY MOOD

My 

Unkymood Punkymood (Unkymoods)

SUDAH SHOLAT?


Add to Technorati Favorites

Photobucket

Nikmatilah


CERIWIS MENGUNDANG

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Free 

Domain Name - www.YOU.co.nr!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket




Tuesday, September 6, 2011

Arrg From:12:08 AM
IKRAR HALAL BI HALAL

IKRAR HALAL BI HALAL

Tak terasa waktu terasa begitu cepat melaksanakan puasa. Rasa berat hati meninggalkan bulan yang penuh dengan barokah ini yakni bulan Ramadhan. Tibalah saatnya dipuncak dari sebuah perjuangan selama 29 hari berpuasa yaitu hari raya idul fitri. Hari ini, Selasa, 06 september 2011 bertepatan dengan tanggal 7 Syawal 1432 Hijriyah, Masyarakat Klaseman, kelurahan Tonggalan, kecamatan Klaten tengah mengadakan acara halal bi halal yang dihadiri seluruh warga beserta sesepuh warga dengan ikrar diwakili oleh Bapak Drs. Mentari putra harapan, MM. Semoga di hari yang fitri ini kita semua kembali fitroh, sehingga siap untuk melaksanakan hidup yang baru dengan suasana, catatan yang serba baru. Semoga tahun depan semakin lebih baik.

"Asyhadu anlaa ilaaha illallah
Wa Asyhadu anna muhammadarrosulullah
Allahumma sholli 'ala Muhammad
Wa'ala 'ali muhammad"

Ya Allah yang Maha Pengampun,
Terimalah segala amal sholeh kami, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami. Kami yang hadir pada acara ini, menyadari dan mengakui dengan tulus ikhlas, bahwa kami telah berbuat khilaf, kurang, dan salah baik yang disengaja maupun tidak, baik secara pribadi maupun organisasi.

Oleh karena itu maka kami saling meminta dan memberi maaf. Dengan iringan doa semoga Allah SWT mengampuni dosa – dosa kita dan menerima amal sholeh kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang taqwa. Amien.

Ja'alallahu Minal aidin wal faizin
Taqobbalallohu minna waminkum
shiyamana wa shiyamakum.

FASTABIQUL KHOIROT



Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share

Monday, August 16, 2010

Arrg From:2:58 AM
SULTAN DAN SEORANG SUFI



Seorang sultan yang terkenal kejam dan arogan, bersama rombongan para menterinya, sedang melewati hutan belukar. Di tengah hutan, mereka melihat seorang darwis sufi duduk santai di bawah pohon yang lebat. Darwis itu sepertinya berada dalam alamnya sendiri dan tidak memperhatikan rombongan sultan.

Ego sultan terusik, ia memanggil perdana menterinya, ”Lihat, begitu arogannya si darwis itu. Dasar tidak berpendidikan.”

Perdana menteri langsung memahami maksud sultan. Ia menghampiri sang Darwis, ”Darwis, mungkin kau tidak kenal, yang sedang lewat itu Baginda sultan.” ia mengharapkan darwis langsung bangun dan menyampaikan salam hormatnya kepada sultan.

Ternyata ia salah. Masih dalam keadaan duduk, sambil meluruskan kakinya, sang Darwis justru bertanya, ”Aku tahu, aku tahu ia seorang sultan lantas apa yang kau harapkan dari aku?”

”Sepatutnya kau maju ke depan dan menyampaikan salam hormatmu, darwis,” kata menteri.
Tanpa meninggalkan tempatnya, sang darwis menjawab, ”Mereka yang membutuhkan sesuatu dari sultan, biar mereka yang menyampaikan salam hormat mereka. Aku tidak membutuhkan sesuatu dari dia. Lagipula, ia harus ingat bahwa seorang penguasa berkewajiban untuk melayani rakyatnya. Sebaliknya, rakyat tidak berkewajiban untuk melayani para penguasa. Apabila ia ingin dihormati, ia harus berperilaku demikian, sehingga rakyat dengan sendirinya akan menghormati dia. Ia tidak perlu menuntut salam hormat dari rakyatnya.”

Rasa hormat tidak bisa dipaksakan, tidak bisa dituntut. Apabila kita ingin dihormati, maka perilaku kita harus ”terhormat”. Apabila ingin dicintai, kita harus bisa mencintai terlebih dahulu. Khususnya merea yang berkuasa yang menjadi pemimpin, hendaknya tidak terpejam dan selalu ingat bahwa mereka berada pada posisi itu untuk melayani, bukan untuk dilayani.
(Sadi El-Shiraz)

Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share

Friday, August 13, 2010

Arrg From:7:07 PM
PUBLISH BLOG

Bagaimana cara menambahkan
alamat blog kita ke
Google?
Bagaimana agar postingan blog kita
bisa dikenali Google lebih cepat?


Saya akan share sedikit yang mudah dilakukan bagi para pemula. khususnya
bagi saya sendiri yg sering lupa hehehe...


1. Google
Add Url
(
http://www.google.com/addurl/)

Di situ, kita bisa menambahkan alamat web/blog kita, disertai dengan komentar
singkat.

2. Sitemap
-
Google Webmaster Tools

(
http://www.google.com/webmasters/sitemaps)

Login menggunakan akun Google (gmail). Lalu ikuti saja langkah2nya.

Pertama, masukkan alamat blog. Lalu klik

Verify site
, choose verification code pilih
Add a meta tag.

Copy kode meta tag yang muncul, lalu paste
(sisipkan)
ke dalam template blog kita. Sisipkan di bawah baris kode <head>, atau sisipkan
sebelum kode <body>.

Jika sudah disimpan dan publish perubahan templatenya, di halaman google sitemap
tadi klik tombol
verify.

3.
Tambahkan keyword di template
.


Sisipkan kode2 seperti di bawah ini di bawah kode <head>

<meta name="keywords"
content="keyword1, keyword2, keyword3">

<meta name="description" content="deksripsi blog kamu">


Ganti saja keyword² tsb dengan kata kunci yang
menggambarkan blog kita. Misal blog ini: tutorial, pemula, blogger.




Tips-tips tersebut tentu tidak banyak dampaknya kalau
kita tidak rajin meng-update, apalagi blog kita isinya tidak informatif.
Pasti kalah dengan blog lain yang isinya lebih

informatif
.




INGAT!
Tidak ada yang instan. Dengan melakukan hal2 di atas hanya cara kecil
mempermudah pengindexan,
BUKAN
untuk menjamin situs kamu pasti berada di halaman pertama pencarian search
engine. Menjadi yang teratas di Google dipengaruhi banyak hal.


Ada baiknya pula kita baca-baca tentang



Pagerank
dan


Search Engine Optimization (SEO)
.


 


Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share

Friday, June 26, 2009

Arrg From:11:08 AM
PROCESSOR


Ada sebuah built – in processor yang luar biasa mahadaya yang dimiliki setiap orang. Processor ini mampu mengolah berbagai informasi dalam ditungan milisecond atau sepersekian detik. Processor ini mampu mengolah tampilan data, mengenali voice command, dan memberikan output dalam bentuk verbal, 2D, atau 3D sesuai dengan command yang diberikan. Bukan hanya serbaguna, processor ini juga self learning, dan selama power supply nya tidak terputus, ia bisa terus diinstalkan program baru dengan kapasitas tidak terbatas. Rata – rata daya guna optimum processor ini juga cukup lama, mencapai 60 - 90 tahun, bahkan jika dirawat dengan baik, bisa juga bertahan lebih lama. Tidak percaya?

Perkenalkan processor terhebat yang didesain khusus oleh sang pencipta yang disebut: OTAK. Otak yang merupakan pemberian cuma – cuma dari sang pencipta ini sebenarnya memiliki potensi luar biasa yang bila kita manfaatkan dengan maksimal, akan memberikan output karya – karya besar yang luar biasa. Lihat saja Piramida Mesir karya para Firaun, Lukisan Monalisa – nya Leonardo da Vinci, Novel Harry Potter karya J.K. Rowling, Kerajaan Real Estate Donald Trump, sampai iPod dan iPhone buah pikiran CEO Apple, Steve Jobs.

Jika diteliti lebih dalam, apa perbedaan antara otak anda dengan otak para tokoh diatas? Jawabannya: tidak ada. Sel – sel otak yang bergerak di kepala kita ini tidak berbeda sama sekali dengan mereka yang menciptakan sejarah dunia. Hasil pemikiran dan imajinasi mereka tidak hanya mengukirkan nama besar mereka bagi dunia, tapi juga mendatangkan kekayaan dan kelimpahan yang tidak sedikit.

Kita pada dasarnya memiliki potensi yang sama besarnya dengan mereka yang sering disebut ’para genius’ atau ’konglomerat kelas dunia’ tersebut. Hanya saja terkadang kita lalai untuk terus menggali dan mempertajam potensi kita. Kita menjadi lelah dan malas untuk ’mengistall’ program – program baru yang akan meng up – grade processor kita lewat belajar. Kita malas mempelajari fungsi – fungsi baru yang muncul karena terbiasa dengan software versi lama, hingga cara berpikir kita tertinggal dari mereka. Padahal, alangkah dahsyatnya karya yang bisa anda hasilkan seandainya anda mau terus mengembangkan kemampuan otak anda, karena orang lain telah membuktikan kemampuan otak ini berulang – ulang kali dengan kesuksesan mereka.

Apakah anda tidak mampu meng up – grade processor otak anda, atau anda tidak mau? Cobalah untuk terus mengasah otak, dan rasakan manfaatnya langsung dalam hidup anda. Segera lakukan, mau? Salam Otak.

Dari: Catatan Tanadi Santoso





Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share

Saturday, March 28, 2009

Arrg From:8:07 PM
JANGAN TERLALU DALAM


Telah berulang kali Nasrudin Hoja - seorang ulama nyentrik di masanya -mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi -- kita tahu -- menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.

Nasrudin kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?"

Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya." Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"

"Yah," jawab Nasrudin, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Dan berlalulah Nasrudin.

--------------
Semoga Anda mendapat pelajaran penting dari kisah tersebut, kawan.



Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share

Thursday, February 5, 2009

Arrg From:7:11 AM
"NDESO"


oleh : Ika S. Creech *)


Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan,
udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau
merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa
takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin
lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia
atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka
ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk
turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga
sama terkagum-kagum sama seperti dia..



Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap
langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya
untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar
bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau
bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si
Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.
Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah
Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik
kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik
mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni
dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri,
saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru
yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya
tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu,
kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.
Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia
seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3, sekarang
lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya
raya.

Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia
juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator,
mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata
konsumen terbesar hp communicator adalah Indonesia. Sempat berkenalan
juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata
dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah
serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai
masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa
yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di
Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau
rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu
pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang jepang
diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu gede dan
mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa
dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun
banyak yang lesehan.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang
mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah,
minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan
medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak ceremonial
yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek
mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan
tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (di
Malaysia "Wanita Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi
berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso
(alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan
krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang
menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah
Negara normal atau bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada daerah
yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100
juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari
atas sampai bawah :
- Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan
kulkas
- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman
patungan
- Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
- Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
- Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
- Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di
cibubur
- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc
Donald
- Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia
persepakbolaan.
- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
- 63 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara
tembang kenangan.
- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol
ngebor
- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan
wakuncar
- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
- Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng siapa saja, kl perlu
jin tomang jg digandeng

Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka
harus bisa tampil keren.

Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.


*) Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris,Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara di salah satu stasiun di Perancis.




Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share

Thursday, December 11, 2008

Arrg From:7:12 AM
MELURUSKAN FITNA - BAGIAN 2


Ayat kedua yang merupakan fitnah film Fitna adalah firman-Nya:
Photobucket

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan siksa. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS . A N-NISAA’ [ 4]: 56

Ayat di atas diperdengarkan oleh film Fitna hingga firman-Nya: (Photobucket) li yadzuuqul’adzaab /supaya mereka merasakan siksa sambil menayangkan juga terjemahannya yang yang menyatakan:

”Those who have disbelieved our signs, we shall roost them in fire. Whenever their skins are cooked to a turn, we shall substitute new skin for them. That they may feed the punishment. Verify Allah in a sublime and wise.”

Itu semua disertai dengan penayangan seorang Muslim yang berpidato berapi-api sambil menghunus pedang, untuk mengajak berjihad disertai dengan teriakan Allahu Akbar. Selanjutnya ditayangkan suatu wawancara dengan seorang bocah perempuan Muslimah” yang ditanyai tentang orang-orang Yahudi dan dijawab olehnya bahwa mereka itu adalah monyet-monyet dan babi-babi. Setelah ditanyai siapa yang menyatakan demikian, sang bocah menjawab: “Allah.”

Tidak jelas mengapa QS. an-Nisaa’ [4]: 56, yang mereka pilih untuk memfitnah. Boleh jadi hal tersebut mereka maksudkan untuk membuktikan bahwa Allah yang disembah kaum Muslim memerintahkan untuk menyayat kulit orang-orang kafir dan membakar mereka hidup-hidup, lalu membiarkannya hingga sembuh dan mengulangi lagi pembakarannya! Atau bisa juga tujuan mereka adalah menggambarkan betapa kejam Tuhan yang disembah oleh kaum Muslim dalam penyiksaan-Nya.

Benarkah demikian? Jelas tidak! Bukan saja karena ayat di atas tidak berbicara tentang siksa duniawi, tetapi berbicara tentang sesuatu yang dapat terjadi kelak di dalam neraka yakni di akhirat. Bukan hanya karena itu, tetapi juga karena dengan jelas ada larangan Nabi Muhammad saw. untuk menyiksa siapa pun dengan api, sesuai sabdanya:

Photobucket

“Tidak ada yang boleh menyiksa dengan api kecuali Tuhannya api (yakni Allah)” (HR. Abu Daud melalui Hamah al-Aslami).

Sekali lagi, ayat di atas berbicara tentang siksaan yang diancamkan terhadap orang-orang kafir kelak di Hari Kemudian. Itu pun oleh sementara ulama tidak dipahami dalam arti hakiki. Firman-Nya: “Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain,” mereka pahami dalam arti setiap orang kafir yang disiksa itu menduga bahwa siksa atas mereka telah berakhir atau akan berakhir dengan hancurnya kulit dan jasmani mereka, Allah menganugerahkan lagi kepada mereka hidup baru yang menjadikan siksa atas mereka berlanjut sampai waktu yang dikehendaki-Nya. Sebagian ulama lain memahami ayat di atas dalam arti hakiki sambil menyatakan bahwa ayat di atas merupakan ancaman. Pemahaman mereka dikuatkan oleh temuan ilmuwan yang membuktikan bahwa saraf yang tersebar pada lapisan kulit merupakan yang paling sensitif terhadap pengaruh panas dan dingin. Atau dengan kata lain, kulit adalah alat perasa yang paling peka.

Jika demikian, apakah ayat di atas mengantar siapa pun untuk berkata, apalagi membuktikan, bahwa Allah swt., Tuhan yang disembah oleh kaum Muslim, adalah Tuhan yang kejam? Jelas juga tidak boleh demikian! Karena ayat ini dan yang semacam ini merupakan ancaman yang belum tentu terjadi sebagaimana yang dilukiskan itu, karena Allah, Tuhan Yang dipercayai oleh kaum Muslim adalah Tuhan Yang Maha Pengasih, yang Rahmat-Nya menyentuh segala sesuatu sebagaimana berkali-kali dinyatakan oleh al- Qur’an dan Sunnah.

Ancaman adalah salah satu bentuk pendidikan yang digunakan guna mencegah mereka yang bermaksud buruk melangkah menuju keburukan. Agama-agama menggunakan hal tersebut. Di sisi lain, perlu diketahui bahwa yang mengancam dengan siksaan berupa api, bukan hanya Islam. Nabi Isa as. pun yang dikenal luas merupakan sosok yang penuh kasih sayang menggunakannya sebagai ancaman. Bacalah misalnya Injil Matta 13 49, yang menyatakan:

“Demikian juga pada akhir zaman, Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api, di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Apa yang digambarkan oleh agama-agama—baik melalui kitab suci, lebih-lebih melalui uraian pemuka-pemukanya— kesemuanya menggambarkan siksa dengan gambaran yang sangat menakutkan. Bacalah uraian Will Durant, sejarahwan Amerika (w.1981 M) dalam bukunya The Story of Civilizations, di mana dia banyak mengangkat kepercayaan orang-orang Yahudi dan Nasrani tentang siksa neraka, dan bagaimana ancaman neraka dapat menggugah orang untuk melaksanakan kebaikan. Baca juga The Divine Comedy karya Dante, Penyair Italia (1265-1321 M), niscaya bulu roma siapa pun akan berdiri saat membaca aneka siksa neraka yang dilukiskannya.

Agama menggarisbawahi bahwa kehidupan ini adalah tempat menanam benih, sedang akhirat adalah tempat menuainya. Jangan berkata bahwa yang dilakukan oleh yang berdosa hanya sedikit atau sesaat, sehingga mengapa harus demikian besar dan lama siksa yang dialaminya? Jangan berkata demikian, karena itu serupa dengan pertanyaan: Mengapa sekadar melempar sebiji benih di tanah, hasilnya adalah pohon yang rimbun dengan ribuan buah? Demikian juga halnya balasan amal buruk dan siksa di neraka.

Tetapi, mengapa harus memfokuskan pandangan ke siksa, bukankah agama juga menggambarkan surga dengan kenikmatannya yang luar biasa?

Agama enggan menjadikan manusia larut dalam harapan, tetapi dalam saat yang sama, agama juga tidak menginginkan manusia berputus asa, karena itu digabungnya kedua hal tersebut antara lain melalui harapan surgawi dan ancaman neraka. Sungguh Allah Maha Bijaksana.

Siapa yang membaca ayat-ayat siksa dalam al-Qur’an dan membaca juga ayat-ayat kenikmatan surgawi, dia akan menemukan bahwa rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya, surga-Nya jauh lebih luas daripada neraka-Nya, dan bahwa aneka kebajikan yang melimpah dari-Nya, mampu untuk memenuhi alam raya sehingga pada akhirnya—tidak mustahil suatu ketika—neraka tidak lagi memiliki tempat, atau bahwa ia adalah tempat penyiksaan tetapi ia (dikatakan) siksa jika dibandingkan dengan surga yang sedemikian indah dan menyenangkan. Seorang yang membandingkan perjalanan melelahkan dengan bus tanpa AC dengan perjalanan dengan pesawat udara di First Class pula akan berkata bahwa bepergian dengan bus adalah siksaan. Namun, bila perjalanan dengan bus itu dibandingkan dengan berjalan kaki di tengah teriknya panas, maka perjalanan dengan bus akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Atau Anda dapat berkata bahwa rahmat Allah yang demikian besar membatalkan siksa yang beraneka ragam itu sebagaimana polisi menjinakkan bom yang dipasang untuk meledak.

Al-Qur’an melukiskan bahwa melakukan satu keburukan balasannya hanya satu, sedang melakukan satu kebaikan menghasilkan sepuluh ganjaran (baca QS. al-An‘am [6]: 160). Seandainya masing-masing dari kebaikan dan keburukan itu memperoleh satu balasan/ ganjaran, maka itu merupakan keadilan, tapi curahan rahmat-Nya sangat melimpah sehingga seseorang yang melakukan sepuluh keburukan dan hanya satu kebaikan, maka ia tetap memiliki harapan untuk selamat, bahkan menghuni surga. “Sungguh celaka siapa yang memiliki satu, tapi mengalahkan yang sepuluh”, demikian ungkap sementara sahabat Nabi saw.

Begitu gambaran atau katakanlah harapan yang dilahirkan oleh keyakinan bahwa Allah Maha Pengasih, rahmat kasih sayang-Nya mengalahkan amarah-Nya. Sebaliknya surga pun demikian, kenikmatan yang digambarkan al-Qur’an tidaklah sepenuhnya sama dengan apa yang akan dialami di sana. Di sana terdapat banyak hal yang belum pernah terlihat oleh mata, atau terdengar oleh telinga, serta terlintas dalam benak. Tetapi untuk menggambarkannya, bahasa manusia bahkan benaknya, tidak mampu melukiskan dan mencernanya, sehingga yang digambarkan hanyalah kenikmatan tertinggi yang mampu dilukiskan oleh kata-kata dan yang terjangkau oleh benak manusia.

Satu lagi yang perlu dikomentari dari bagian film ini, yaitu tayangan bocah yang ditanya tentang orang Yahudi. Terlepas apakah yang ditanya benar-benar seorang anak Muslimah atau bukan, tetapi biarlah kita berandai bahwa memang demikian itu halnya. Namun, perlu diketahui bahwa selama ini penduduk Palestina merasa sangat tertindas oleh Negara Yahudi, Israel. Wilayah mereka direbut, pemuda-pemuda mereka ditahan dan dibunuh, mereka hidup di tenda-tenda pengungsian sejak puluhan tahun yang lalu. Ini menjadikan para orang tua mereka mengajarkan kebencian terhadap orang-orang Yahudi, dan tidak mustahil mereka menggunakan ayat-ayat al-Qur’an yang mengecam sebagian orang Yahudi sebagai pembenaran atas kebencian itu. Dalam konteks penamaan mereka sebagai kera dan babi, harus diakui bahwa memang ada ayat al-Qur’an yang menyatakan:

Photobucket

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antara kamu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina” (QS. al-Baqarah [2]: 65).
Photobucket

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepada kamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera-kera dan babi-babi dan (orang yang) menyembah thaghut?’ Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus” (QS. al-Maidah [5]: 60).

Beberapa hal perlu dicatat, dalam memahami ayat-ayat di atas:

Pertama: Firman-Nya “Dijadikan kera-kera dan babi-babi” tidak harus dipahami dalam arti mengubah fisik mereka sehingga berbentuk kera dan babi, tapi dapat juga dipahami dalam arti kiasan. Yakni sifat-sifat mereka adalah sifat kera dan babi. Kera adalah satu-satunya binatang yang selalu terlihat auratnya, karena auratnya memiliki warna yang menonjol berbeda dengan seluruh warna kulitnya. Di sisi lain, kera harus dicambuk untuk mengikuti perintah. Demikianlah sementara orang-orang Yahudi yang dikecam oleh al-Qur’an. Mereka tidak tunduk dan taat kecuali setelah dijatuhi sanksi atau diperingatkan dengan ancaman. Selanjutnya, babi adalah binatang yang tidak memiliki sedikit pun rasa cemburu, sehingga walau betinanya ditunggangi oleh babi yang lain ia tak acuh. Hal ini juga merupakan sifat sebagian orang Yahudi. Rasa cemburu hampir tidak menyentuh mereka.

Kedua: Sifat tersebut tidak menyentuh semua orang Yahudi, tetapi hanya yang sebagian dari mereka, seperti bunyi ayat QS. al-Maidah, yakni yang durhaka menyangkut ketentuan tentang hari Sabtu (1) , seperti bunyi ayat QS. al-Baqarah di atas. Memang al-Qur’an menyatakan mereka tidak sama, yakni ada yang baik dan ada juga yang buruk (baca antara lain: QS. Ali Imran [3]: 75 dan 103).

Ketiga: Sebenarnya apa yang dijelaskan oleh al-Qur’an tentang pengubahan fisik atau sifat itu, diketahui sepenuhnya oleh pemuka- pemuka agama orang-orang Yahudi, sebagaimana diisyaratkan oleh penggalan awal firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar” (QS. al- Baqarah [2]: 65).

Sekali lagi, jika bukan karena aneka penderitaan besar yang dialami oleh penduduk Palestina akibat perbuatan orang-orang Yahudi di Israel, maka dapat diduga keras bahwa ucapan bocah perempuan itu tidak akan terdengar. Demikian, wa Allah a‘lam.


NB:
1)Hari Sabtu adalah hari yang ditetapkan Allah bagi orang-orang Yahudi – sesuai usul mereka – sebagai hari ibadah yang bebas dari aktivitas duniawi. Mereka dilarang mengail ikan pada hari itu. Tetapi, sebagian mereka melanggar dengan cara yang licik. Mereka tidak mengail, tetapi membendung ikan dengan menggali kolam sehingga air bersama ikan masuk ke kolam itu. Peristiwa ini – menurut sementara mufasir – terjadi di salah satu desa kota Aylah yang kini dikenal dengan Teluk Aqabah. Kemudian setelah hari Sabtu berlalu, mereka mengailnya. Allah murka terhadap mereka, maka Allah berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina terkutuk”.

(Bersambung ke Ayat Ketiga)
Diambil dari : “Ayat-Ayat Fitna” oleh M. Quraish Shihab.



Baca Selengkapnya...
Rahmat Aini Yudidharma

Bookmark and Share
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Profil
Profil Facebook Rachmat Aini Yudidharma
Buat lencana kamu sendiri

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

SEARCH
Google
THE SPECIAL ONE
Photobucket
CARI DUIT

Waktu Luang


;
    Petunjuk Pendaftaran Hits4pay

    www.flickr.com
    dahnash's photos More of dahnash's photos
LINKS


Magic Word
Ada banyak cara untuk mati, tapi anda harus mencari lebih banyak cara untuk dapat bertahan hidup

BANNER KONCO




topan-hidayat.blogspot.com

Kolom blog tutorial

Delapan puluhan


Designed By Aromen


Dwidoria



Image Hosting by PictureTrail.com
Koetoe Andjink

Opini Herry

http://tehrouter.blogspot.com



Macintosh Computer
Badge
http://www.tokonjo.co.cc